oleh

Cadangan Gas Tak Sesuai Ekspektasi, Repsol Revisi Kontrak Blok-Sakakemang

Cadangan Gas Tak Sesuai Ekspektasi, Repsol Revisi Kontrak Blok Sakakemang. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut;

ada sejumlah revisi kontrak yang dilakukan Repsol dalam pengerjaan proyek gas di Blok Sakakemang. Sebab, proyeksi jumlah cadangan gas di sana menyusut dari 2 triliun kaki kubik (TCF) menjadi hanya 350 miliar kaki kubik (BCF).

“Ini berubah karena kapasitasnya berubah. Karena cadangannya dulu diperkirakan di atas 1 TCF, sekarang tinggal sekitar 350 BCF. Jadi kan harus berubah,” ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto saat Forum Kapnas II di JCC, Jakarta, Rabu (27/7).

Kendati begitu, Dwi menilai proyek Blok Sakakemang masih punya nilai ekonomis untuk dikembangkan. Itu lantaran proyek gas tersebut sudah terhubung langsung hingga ke negeri tetangga.

“Saya kira siapapun nanti yang akan mengembangkannya, ini masih sangat ekonomis karena tinggal connect ke koridor yang eksisting. Sakakemang itu buyer gasnya sangat terbuka, karena Sakakemang bisa nyambung ke ConocoPhillips, bisa ke Singapura, bisa ke Jawa Barat. jadi no issue about buyer,” tegasnya.

Sebelumnya, pemerintah sempat mengklaim penemuan cadangan gas di Wilayah Kerja (WK) Sakakemang sebagai sebuah giant discovery. Itu ditandai dengan pelaksanaan pengeboran Sumur Kaliberau Dalam 2X (KBD2X), dimana Repsol bertindak sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) beberapa tahun lalu menyatakan, penemuan dari sumur KBD2X ini termasuk dalam lima terbesar di dunia pada 2018-2019.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Posting Terkait

Jangan lewatkan